Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menguak Logo Jasa Keamanan Pada Bak Truk, Sisi Lain Transportasi Di Indonesia

Tak sedikit keluh kesah ataupun suka cita para driver dibagikan kepada ane, termasuk juga tentang "Kerasnya Jalanan" tempat para sopir mencari nafkah. Dibutuhkan tekat dan keberanian untuk menjadi seorang sopir terutama sopir truck ekspedisi, karena ancaman berlaku setiap saat menghampiri mereka. Mulai dari kecelakaan, kekerasan dijalan hingga tindak kejahatan. Mungkin untuk kecelakaan dijalan bisa diantisipasi oleh sopir dan pihak management perusahaan ekspedisi itu sendiri, sedangkan untuk kekerasan dan tindak kejahatan dijalan siapa yang akan mengantisipasi? Karena itulah banyak perusahaan ekspedisi bermitra dengan "Jasa Pengawalan" kendati banyak pemerhati transportasi beranggapan jasa pengawalan hanyalah buang-buang biaya transportasi tanpa banyak mendapat manfaat.

Dilihat dari namanya tentu banyak yang memaknai dengan mudah apa itu Jasa Kawalan Truck, ya secara garis besar adalah suatu kelompok / organisasi yang menyediakan jasa penyedia jasa kawalan truk logistik yang dipimpin oleh tokoh yang cukup disegani dengan anggota ratusan hingga ribuan orang. Yang meliputi keamanan perjalanan baik crew, kendaraan dan muatan.

Mungkin juga sebagian besar orang sering melihat kendaraan besar di jalan seperti kontainer, tronton, trailer di bagian badannya ada coret-coretan huruf yang terbuat dari pilox? Bisa bertuliskan singkatan huruf atau semacam kode tertentu seperti : "Gajah Oling", "Sakram", "SKRD" , "SHB" , "SBG2", "BHIRAWA", "ATT", "SCORPIO", "Semut Merah" dst. Nah tulisan-tulisan tersebut artinya truk ekspedisi itu sudah bermitra dengan pihak jasa kawalan. Truk - truk tersebut mudah sekali ditemui di Jalan Pantura atapun jalan Nasional yang biasa dilalui kendaraan besar, dimana biasanya jalan-jalan tersebut adalah jalur tengkorak ataupun daerah rawan.

Hadirnya jasa kawalan tersebut tentu karena kebutuhan dari para pengusaha ekspedisi untuk melancarkankan usaha dari gangguan yang tidak diinginkan dijalan. Walaupun ada Kepolisian, tetapi tidak dapat dipungkiri masalah keamaman dijalan sampai saat ini masih belum bisa teratasi hingga benar-benar clear, masih banyak peristiwa pencurian, bajing loncat hingga perampokan yang menimpa para sopir truk ekspedisi.

Masih banyak pengusaha ekspedisi bermitra dengan Jasa Kawalan karena Jaringan yang dimilikinya tersebut cukup luas yang biasanya diisi juga oleh para preman, mantan bajing loncat, hingga oknum yang tersebar diberbagai daerah di Indonesia. Dan biasanya orang - orang yang tergabung dalam satu jasa pengawalan memiliki postur tubuh yang besar, bermuka sangar dengan tubuh dipenuhi tatto.

Kenapa harus menggunakan jasa kawalan ?

Kok tidak mempercayakan kepada aparat saja?


Pernah dengar kalimat "Sesama Bus Dilarang Saling Mendahului". Yah mungkin kalimat itulah yang mungkin tepat untuk menggambarkan kondisi jasa kawalan dilapangan, dimana biasanya para preman/maling akan milih-milih terhadap target incarannya. Dan para pelaku kejahatan akan mengurungkan niatnya jika mengetahui bahwa targetnya adalah mitra dari kelompok orang yang disegani. Namun jika pelaku tetap nekat biasanya akan berakhir tragis bila ketahuan.

Selain itu totalitas para jasa kawalan tersebut biasanya sangat tinggi, jika ada satu kendala dilapangan yang menimpa sopir tak berapa lama bantuan akan segera datang melalui orang-orang pihak kawalan yang tersebar di berbagai daerah. Hal itu jugalah yang menjadikan para pengusaha lebih memilih bermitra dengan jasa kawalan.

Tetapi juga tidak sedikit jasa pengawalan ini layaknya jasa preman yang hanya mau uangnya saja tapi ketika ada masalah enggan untuk turun kelapangan dan biasanya malah memeras dan bikin resah sopir ekspedisi yang telah bermitra dengan kelompoknya.

Lalu Berapakah Bayaran Jasa Kawalan?


Untuk bayaran para jasa kawalan itu tergantung nego antara pimpinan / bos pemilik perusahan dengan pentolan jasa kawalan tersebut. Ada yang diitung ratusan ribu per truk setiap bulan, ada yang juga borongan setiap bulan sekian puluh juta untuk semua unit kendaraan 1 perusahaan ekspedisi.

Bisa dibayangkan jika bayaran 200ribu per truk perbulan seandainya jumlah armada yang dimiliki satu ekspedisi ada ratusan unit.

Itulah salah satu sisi lain dari transportasi di negeri kita saat ini, dari bahan mentah hingga sampai dinikmati oleh kita butuh perjalanan yang cukup panjang dan berliku.

Posting Komentar untuk "Menguak Logo Jasa Keamanan Pada Bak Truk, Sisi Lain Transportasi Di Indonesia"