Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tradisi Ma’Nene Gali Kuburan Untuk Mandikan Mayat Ini Bikin Merinding!

Indonesia terkenal akan berbagai macam budaya nya yang tersebar diberbagai daerah mempunyai tradisi unik sekaligus membuat kita merinding. Tepatnya di daerah Toraja, Sulawesi Selatan. Masyarakat setempat menyebutnya dengan Tradisi Ma’Nene atau ‘mayat berjalan’.

Tradisi Ma’Nene telah ada sejak zaman nenek moyang masyarakat pedalaman Pegunungan Sesean. Ritual ini diadakan setiap 3 tahun sekali dan bertujuan untuk memuliakan mayat serta mengenang jasa orang mati tersebut. Mereka percaya semangat keluarga yang telah mati akan kekal bersama ahli keluarga yang masih hidup. Ritual ini telah diamalkan ratusan tahun lalu oleh seorang pemburu binatang bernama Pong Rumasek.

Bagi ahli waris yang akan melakukan upacara Ma’Nene, persiapan akan dilakukan sejak awal pagi. Seluruh keluarga akan berkumpul dalam satu rumah sehari sebelum ritual untuk persiapan.

Mayat yang telah digali tidak bisa dibawa pulang begitu saja, perlu dilakukan penyembelihan babi atau kerbau terlebih dahulu. Seluruh penduduk juga akan ikut serta dalam ritual ini. Namun hanya keluarga besarnya yang dapat menurunkan keranda, dan itu perlu kerja yang sangat hati-hati.


Selain membalut mayat dengan pakaian baru dan bagus, para ahli waris lelaki akan membuat lingkaran sambil menyanyikan lagu kesedihan. Si mayat pun dibiarkan berdiri cukup lama.

Dan anak-anak yang ditinggalkan akan tunduk memberi hormat. Namun, jika si mayat adalah seseorang yang masih memiliki orang tua, ia akan diajak jalan-jalan untuk menghadap orang tuanya.

Posting Komentar untuk "Tradisi Ma’Nene Gali Kuburan Untuk Mandikan Mayat Ini Bikin Merinding!"